Ketum Kadin Baru Jangan Mengincar Kursi Menteri

Ketum Kadin Baru Jangan Mengincar Kursi Menteri

- detikFinance
Selasa, 21 Sep 2010 18:01 WIB
Jakarta - Menjelang musyawarah nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tanggal 24-25 September 2010, aspirasi suara kepentingan kalangan pengusaha mulai bermunculan.

Salah satunya datang dari Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono yang mengharapkan agar munas Kadin bisa menghasilkan ketua Kadin yang benar-benar murni untuk memperjuangkan dunia usaha. Ketua Kadin baru diminta tidak mengincar kursi jabatan menteri kabinet.

"Kadin selama ini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh sektor riil yang dibawahi asosiasi dimana asosiasi merasa kurangnya peranan kadin dalam memajukan industri," kata Ambar kepada detikFinance, Selasa (21/9/2010)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Ambar, Kadin seharusnya menjadi rekan dan sekaligus pengontrol kebijakaan pemerintah. Namun kenyataannya peran kontrol Kadin selama ini  tidak berjalan.

Bahkan kata Ambar, kedepannya Kadin sudah bukan lagi tempat untuk menjual diri ke pemerintah, tetapi berani bersikap memilih untuk memajukan industri dan perdagangan.

"Jadi ketua Kadin bukan berharap jadi menteri tetapi merupakan pembela dunia usaha," ucap Ambar menyindir.

Ia mengimbau kepada para  asosiasi dalam Munas Kadin kali ini harus bersatu menyuarakan kemana arah Kadin kedepan. Para asosiasi diminta tidak terpecah belah pada ego masing-masing karena asosiasi hanya mendapatkan suara seperiga dari total suara.

"Asosiasi harus bersatu menentukan piihannya sudah selayaknya kadin kali ini dipimpin oleh orang yang memperjuangkan dunia industri dan perdagangan," serunya.

Seperti diketahui para calon ketum Kadin dalam Munas nanti harus mampu meraih suara sebanyak-banyaknya dari kadin daerah (kadinda) yang mendapat alokasi suara sebanyak 99 suara dari 33 provinsi dan perwakilan suara asosiasi sebanyak 30 suara yang mereprentasikan 100 asosiasi lebih di bawah Kadin.


(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads