Salah satunya datang dari Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono yang mengharapkan agar munas Kadin bisa menghasilkan ketua Kadin yang benar-benar murni untuk memperjuangkan dunia usaha. Ketua Kadin baru diminta tidak mengincar kursi jabatan menteri kabinet.
"Kadin selama ini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh sektor riil yang dibawahi asosiasi dimana asosiasi merasa kurangnya peranan kadin dalam memajukan industri," kata Ambar kepada detikFinance, Selasa (21/9/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan kata Ambar, kedepannya Kadin sudah bukan lagi tempat untuk menjual diri ke pemerintah, tetapi berani bersikap memilih untuk memajukan industri dan perdagangan.
"Jadi ketua Kadin bukan berharap jadi menteri tetapi merupakan pembela dunia usaha," ucap Ambar menyindir.
Ia mengimbau kepada para asosiasi dalam Munas Kadin kali ini harus bersatu menyuarakan kemana arah Kadin kedepan. Para asosiasi diminta tidak terpecah belah pada ego masing-masing karena asosiasi hanya mendapatkan suara seperiga dari total suara.
"Asosiasi harus bersatu menentukan piihannya sudah selayaknya kadin kali ini dipimpin oleh orang yang memperjuangkan dunia industri dan perdagangan," serunya.
Seperti diketahui para calon ketum Kadin dalam Munas nanti harus mampu meraih suara sebanyak-banyaknya dari kadin daerah (kadinda) yang mendapat alokasi suara sebanyak 99 suara dari 33 provinsi dan perwakilan suara asosiasi sebanyak 30 suara yang mereprentasikan 100 asosiasi lebih di bawah Kadin.
(hen/qom)










































