Martua menanyakan kepada pemerintah soal rencana kebijakan insentif sektor hilir kelapa sawit yang sebentar lagi akan dikeluarkan oleh pemerintah.
"Oh iya, ia mau mengetahui ada proses regulasi yang mau dikeluarkan untuk proses industri di bidang agro," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jakarta, Rabu (22/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mau bikin di Gresik yang kondesat, oleochemical, dan dia juga mau masuk di petrochemical dia bilang harus dimulai sekarang kalau tidak kompetisinya akan ketat," katanya.
Dikatakan Hidayat dalam pertemuan itu, Martua menyampaikan masukannya dan menyampaikan harapannya terhadap investasi yang akan digarap oleh Wilmar di sektor hilir.
"Saya belum mau ngomong, tapi bentuknya akan sedemikian rupa sehingga mereka yang tidak tertarik akan melakukan (investasi), bentuknya insentif baik fiskal dan non fiskal," katanya.
Hidayat juga menambahkan Wilmar juga sedang melakukan studi terhadap industri gula di Merauke. Namun masih belum ada infrastruktur yang memadai seperti jalan, pembangkit listrik, pelabuhan, dan air.
"Dia akan mengajukan usulan kepada pemerintah misalkan dia melakukan investasi sebesar 2 miliar di infratrukturnya, lalu penyikapan fiskal yang dia seperti apa, misalnya dalam kurun waktu 5 atau 8 tahun itu penyikapan fiskal karena dia melakukan investasi yang sebetulnya itu menjadi tangung jawab pemerintah," katanya.
Wilmar sebelumnya telah melakukan pembangunan kompleks industri berbasis kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) senilai US$ 500 juta milik Wilmar Indonesia di Gresik Jawa Timur.
Proyek tersebut akan berjalan dalam dua tahap, untuk tahap pertama, Wilmar telah menyelesaikan pabrik minyak goreng, pengemasan, biodiesel, pembangkit listrik, serta sarana pendukung seperti air bersih dan hydmgeri plant.
Sedangkan untuk tahap kedua, pabrik pengolahan bahan baku sabun, NPK, dan oleokimia berbasis fatty alcohol ditargetkan selesai pada akhir 2010.
(hen/dnl)











































