Padahal jika dilihat dari komposisi pelaku-pelaku usaha skala besar yang ada di Indonesia, pengusaha Tionghoa mengambil porsi hingga 70%, meski untuk sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih menjadi minoritas.
"Itu yang harus menjadi program Kadin ke depan membuat mereka tak apatis, karena mereka adalah subjek pelaku ekonomi di Indonesia," kata Sandi di acara deklarasinya Rabu malam di Jakarta, (23/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menawarkan konsep setara, jadi setara itu tua muda gender, ras juga karena saya percaya kedepan ukuran dari pengusaha bukan lagi umurnya, rasnya, bukan lagi jenis kelaminnya tetapi prestasinya," jelas Sandi.
Menurutnya jika dilihat dari porsi perusahaan-perusahaan besar yang jumlahnya 4000, komposisi pengusaha Tionghoa mencapai 70%, sementara pengusaha lainnya masih minoritas.
"Harusnya ada konsep yang jelas supaya merangkul mereka mau kemitraan yang setara," katanya.
Sandi optimis dengan konsep Indonesia setara, para pengusaha Tionghoa ini setuju. Sehingga mereka akan melihat pelaku usaha bukan lagi hanya dilihat dari besar kecil tapi setara sebagai bangsa Indonesia.
"Saya dibesarkan oleh Astra, Pak Willem memberikan kesempatan," katanya.
(hen/ang)











































