"Boleh tepuk tangan, tapi tidak boleh kita puas," kata SBY dalam acara pembukaan IBBEX di JCC, Jakarta, Kamis (23/9/2010).
SBY menyatakan daya saing Indonesia bisa ditingkatkan diposisi 30-an bahkan 20-an dalam waktu 4-5 tahun kedepan asalkan dengan kerja keras. Meski saat ini Indonesia patut bersyukur dengan capaian kenaikan peringkat daya saing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui berdasarkan laporan Global Competitiveness Report 2010-2011 yang dilansir oleh World Economic Forum (WEF) yang berkantor di Jenewa, Swiss.
Daya saing Indonesia naik menjadi posisi 44 dari 144 negara dengan skor 4.43 dari posisi sebelumnya tahun 2009-2010 yaitu posisi 54. Indonesia sendiri berada dibawah langsung negara Barbados yang menempati posisi 43 dengan skor 4.45.
Daya saing negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia menempati posisi 26 dengan skor 4.88 atau turun dari GCI 2009-2010 yaitu posisi 24.
Negara tetangga Indonesia lainnya yaitu, Thailand berada di posisi 38 dengan skor 4.51 atau turun dari posisi 36.Β Brunai Darussalam masih diatas angin, posisi negara kerajaan ini menempati posisi 28 dengan skor 4.75 atau naik dari posisi sebelumnya yang hanya 32.
Sementara posisi Indonesia dengan negara pulau Singapura terpaut sangat jauh, Singapura berada di posisi 3 dengan skor 5.48 bersaing ketat dengan Swedia yang menduduki posisi 2 yang sebelumnya di posisi 4 dan Swiss menduduki posisi 1 dengan skor 5.63, tetap bertahan dari tahun lalu.
Beberapa hal yang masih terpuruk dan harus menjadi perhatian Indonesia adalah soal kondisi infrastruktur Indonesia masih berada di posisi 82, kondisi jalanΒ berada di posisi 84 dan ketersediaan pasokan listrik di posisi 97 dan lain-lain.
(hen/ang)











































