Menurut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, subsidi listrik untuk rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2011 ditetapkan sebesar Rp 41 triliun sebagaimana ditetapkan dalam nota keuangan 2011.
Angka subsidi tersebut, lanjut dia, terdiri dari subsidi berjalan Rp 36,4 triliun, kekurangan subsidi tahun 2009 sekitar Rp 6,6 triliun dan dengan TDL naik 15% per 1 Januari 2011, PLN akan dapat tambahan pendapatan Rp 12,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwin memaparkan, penerimaan tersebut bisa didapat dari pemanfaatan tambahan pasokan gas sebanyak 100 juta kaki kubik (million standard cubic feet per day/MMSCFD) pada tahun depan, sehingga perusahaan listrik pelat merah itu bisa menghemat Rp 2,5 triliun.
Sementara, dari gas alam cair yang diperoleh PLN dari floating storage receiving terminal (FSRT) yang dibangun oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, PT Nusantara Regas di Jawa bagian barat, PLN akan dapat menghemat Rp 2,3 triliun.
"Sementara dari efisiensi operasi yang dilakukan PLN sebesar Rp 2,6 triliun," paparnya
Lebih lanjut Darwin menerangkan, efisiensi kegiatan operasi tersebut berasal dari pemeliharaan sekitar Rp 800 miliar, biaya pegawai Rp 300 miliar, penyusutan Rp 1 triliun, serta biaya administrasi Rp 500 miliar.
Efisiensi kegiatan operasi juga didapat dari penurunan loses jaringan sebesar 0,8%, dari posisi 9,35% menjadi 8,55%, dengan penghematan Rp 700 miliar.
"Jadi total penghematannya sekitar Rp 8,1 triliun sehingga ada kekurangan Rp 4,6 triliun," katanya.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, lanjut dia, bisa dilakukan dari tiga solusi yaitu dengan menunda pembayaran utang subsidi tahun 2009 sebesar Rp 4,6 triliun, menambah subsidi listrik tahun berjalan sebesar Rp 4,6 triliun.
"Opsi terakhir menaikkan TDL sebesar 5,4% mulai 1 Januari 2011. Alternatif mana yang dipilih kita bahas lebih lanjut bersama DPR," tukasnya
(epi/dnl)










































