China telah memerintahkan menahan semua pengapalan unsur-unsur kimia yang penting untuk membuat iPod, mobil listrik, peluru, dan sejumlah produk lainnya yang akan dikirim ke Jepang. Demikian seperti diberitakan New York Times yang mengutip sumber dari industri China seperti dilansir dari AFP, Kamis (23/9/2010).
Sayangnya pihak-pihak yang terlibat tidak bisa dikonfirmasi seperti kementerian perdagangan dan luar negeri China dan juga sejumlah produsen otomotif Jepang yang kemungkinan terkena dampaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri China, Wen Jiabao pekan ini mengancam akan mengambil sejumlah langkah jika kapten kapalnya tidak dilepaskan. Beijing juga telah menghentikan sementara kontak tingkat tinggi dengan Tokyo dan menunda sejumlah kunjungan resminya ke Jepang.
China saat ini tercatat memasok 95% dari logam-logam jarang dunia. China sebelumnya telah memangkas batasan ekspor mineral sehingga menyebabkan lonjakan harga dan memicu kekhawatiran pemerintahan negara lain dan juga perusahaan. Sebelum kejadian ini, Jepang mendesak China untuk memperluas ekspor logam-logam jarangnya, bukan malah membatasinya.
Harga dari sejumlah logam-logam jarang telah melonjak hingga 20% sejak China pada Juli lalu mengumumkan untuk mengurangi pengapalan global. Sejumlah media bahkan melaporkan China sedang mempertimbangkan untuk melarang ekspor sejumlah unsur kimia, menutup tambang. (qom/dnl)










































