Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan, bandara Soekarno-Hatta membutuhkan 160 kubikel listrik baru sehingga listriknya bisa aman. Saat ini kondisi kubikel listrik di bandara Soekarno-Hatta tidak layak pakai.
"Setelah MoU beberapa waktu lalu, Kami sudah teliti, persoalannya adalah nanti harus ada pergantian-pergantian alat di bandara termasuk pergantian kubikel," ujar Dahlan di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kubikel tersebut berfungsi seperti saklar yang mendistribusikan listrik dan mengisolasi gangguan. Ia memperkirakan harga masing-masing kubikel sekitar Rp 40-50 juta.
"Kami sarankan 160 kubikel ini dipasang dulu, nanti setelah selesai dipasang, baru yang lama digantikan agar tidak mengganggu kegiatan operasional bandara," katanya.
Selain kubikel, imbuh dia, komponen lain yang harus segera diganti pihak PT Angkasa Pura II (AP II) yaitu kabel-kabel listrik yang berada di Bandara Soekarno-Hatta.
"Semua kabel-kabel diperiksa dengan alat partial discharge. Alat itu fungsi untuk mendeteksi kabel-kabel kondisi kabel apakah masih baik atau tidak. Setelah diperiksa memang kabel-kabel bandara sudah jenuh, karena bebannya sudah melebihi batas, di samping umur tua. Umurnya dari tahun 1985," tutur Dahlan.
Menurutnya, seluruh pelaksanaan dan pendanaan untuk pergantian tersebut akan menjadi tanggung jawab pihak PT AP II karena akan menjadi aset bandara Soekarno-Hatta.
Namun, Dahlan menegaskan keputusan mengenai seluruh perbaikan instalasi listrik bandara internasional tersebut diserahkan kepada pihak manajemen PT AP II. "Kami hanya menyarankan. Pihak bandara bisa setuju bisa juga tidak. Semua terserah mereka," tambahnya.
(epi/dnl)











































