RSPO Ancam Keluarkan Sinar Mas

RSPO Ancam Keluarkan Sinar Mas

- detikFinance
Kamis, 23 Sep 2010 19:20 WIB
Jakarta - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau Meja Bundar Minyak Sawit Berkelanjutan menyatakan Sinar Mas telah melanggar sejumlah aturan dan mengeluarkan peringatan agar perusahaan CPO tersebut segera melakukan perbaikan atau dikeluarkan dari RSPO.

RSPO dalam pernyataannya seperti dikutip dari situsnya, Kamis (23/9/2010) menemukan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) telah melakukan ketidakpatuhan yang serius, terutama kegagalan SMART untuk mengimplementasikan dan sertifikasi atas prinsip dan kriteria RSPO, terutama atas prinsip RSPO 2 dan 7.

RSPO mengaku telah melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran aturan oleh SMART, yang merupakan anak usaha dari Goldan Agri-Resources Ltd (GAR). Hasilnya, RSPO) Grievance Panel menemukan sejumlah pelanggaran kode etik dan meminta SMART untuk mengambil sejumlah langkah perbaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"RSPO akan mengambil seluruh pelanggaran kode etik dan kriteria dengan sangat serius. Anggota yang ditemukan tidak memenuhi dan untuk seterusnya tetap tidak memenuhi aturan RSPO dapat menghadapi sanksi, termasuk penghentian sementara atau bahkan penghentian keanggotaan RSPO," demikian pernyataan dari RSPO.

RSPO merupakan kumpulan daripara produsen, pedagang, dan perusahaan konsumen CPO yang dibentuk pada 2004 sebagai upaya untuk meningkatkan keberlangsungan pada  industry kelapa sawit.

Namun RSPO tetap memberikan apresiasinya terhadap SMART yang telah menunjuk verifikator independen menindaklanjuti tudingan Greenpeace yang telah menyebabkan sejumlah perusahaan memutuskan kontraknya.

Agar bisa memenuhi lagi kriteria RSPO, maka SMART harus melakukan sejumlah tindakan minimal:
  • Rencana yang cukup menantang dan waktunya mengikat untuk sertifikasi seluruh produksi SMART.
  • Jaminan seluruh unit produksi SMART akan menerapkan prosedur penanaman baru RSPO.
  • Kesepakatan untuk mengembangkan paket kebijakan yang bisa diterima berkaitan dengan pembukaan lahan tanpa penilaian HCV.
  • Bukti-bukti semua Standard Operating Procedures telah diadaptasi untuk memenuhi lagi semua laporan kehahalan yang diidentifikasi.
(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads