Direktur Utama SMART Daud Dharsono mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan atas temuan-temuan yang disampaikan oleh RSPO, khususnya di area-area terjadinya pelanggaran atas prinsip dan kriteria RSPO.
"Kami menerima tanggapan yang dilayangkan oleh para pemangku kepentingan kami dengan sangat serius dan hal ini juga berlaku atas hal-hal yang menjadi perhatian RSPO, yang saat ini terus berhubungan dengan kami," ujarnya dalam keterbukaan yang dikutip, Kamis (23/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Daud mengatakan, SMART akan secara terus menerus memperkuat SOP yang dimilikinya. Pada 1 Juli 2010, SMART mengumumkan penunjukkan PT Bumi Hijau Cemerlang, yang akan melakukan audit atas implementasi komitmen-komitmen kami dengan kerangka acuan spesifik yang berhubungan dengan kegiatan operasional.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa SOP diberlakukan dengan tegas di lapangan. Pada 6 September 2010, SMART atas nama induk perusahaannya, Golden Agri-Resources (GAR), melayangkan surat kepada RSPO untuk mendapatkan petunjuk berkenaan dengan permohonan keanggotaan bagi GAR sendiri," jelas Daud.
Menurut Daud, dirinya sangat berhasrat untuk bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk RSPO, dalam rangka mendapatkan solusi bagi minyak kelapa sawit yang lestari, pertumbuhan ekonomi Indonesia, penciptaan lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan.
"Pendidikan dan peningkatan standar kehidupan adalah kunci pemecahan permasalahan lingkungan hidup. SMART memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa tujuan-tujuan ini dapat dipenuhi," tambah Daud.
(dnl/qom)











































