"Kadin harus bisa lebih sehat ke depannya, karena menurut saya Kadin sekarang ini tidak sehat," tegas Ketua Umum Apindo, Sofyan Wanandi kepada detikFinance, Jumat (24/9/2010).
Menurut Sofyan, adanya dugaan praktik jual beli suara dalam bursa pemilihan Ketua Umum Kadin menunjukkan mulai adanya perubahan arah dalam peta perpolitikan Kadin. Oleh sebab itu, Sofyan mengharapkan ke depannya Kadin bisa dipimpin oleh tokoh-tokoh yang bersih dari praktik-praktik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mengenai dihapusnya hak suara Apindo dalam pemilihan Ketua Umum Kadin kali ini, Sofyan merasa tidak masalah. Sebab, ia menilai Apindo dan Kadin merupakan organisasi yang berada di level yang sama.
"Kita se-level kok dengan Kadin, malah kita lebih dulu berdiri. Kadin kan dibentuk pada zaman Suharto untuk mempersatukan pengusaha. Kita jauh lebih dulu. Jadi kita nggak perlu memberikan suara, bukan kita yang butuh, tapi asosiasi-asosiasi. Apindo nggak butuh, jadi tak masalah," ujar Sofyan.
Konvensi antara 200-an asosasi dan himpunan dalam rangka munas Kadin menghasilkan 12 blok gabungan asosiasi besar dan kecil memperebutkan 30 suara yang akan mempunyai hak pilih dalam Pemilihan Ketua Umum Kadin 2010-2015.
Beberapa asosasi besar seperti Apindo dan Hippi (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) tidak mendapatkan hak suara dalam pemilihan kali ini.
Tidak masuknya suara Apindo mengancam perolehan suara Chris Kanter. Sebelumnya santer kabar kalau Apindo mendukung Chris Kanter. "Itu kan dukungan pribadi dan moril saja," ujarnya.
Β
(dro/dnl)










































