"Kalau suap itu memang susah dibuktikan, tapi memang laporan dari tim saya ada yang bawa sampai berkoper-koper," ujar Chris kepada detikFinance, Senin (27/9/2010).
Chris mengatakan, selama Munas VI Kadin pada 23-24 September 2010, rumor adanya jual beli suara dalam pemilihan Ketum Kadin sangat kuat beredar. Namun Chris berharap isu tersebut tidak benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, hasil putaran pertama pemilu Kadin akhir pekan lalu, Suryo B. Sulistyo meraih 51 suara, Wisnu Wardhana meraih 33 suara, Adi Putra Tahir meraih 8 suara, Chris Kanter meraih 15 suara, dan Sandiaga Uno meraih 22 suara. Lalu di putaran kedua Suryo yang merupakan Preskom dari PT Bumi Resources Tbk akhirnya memenangi pertarungan tersebut.
Jika memang benar ada suap atau jual beli suara dalam pemilihan tersebut, Chris sangat menyayangkan hal tersebut. "Pemimpin dunia usaha tidak boleh begitu. Masa dunia usaha main money politics tidak boleh begitu dong," cetusnya.
Memang dari laporan anak buahnya di lapangan, Chris mendapatkan informasi adanya tawar-menawar suara. "Tapi saya bilang sama wartawan tolong ditelusuri," imbuhnya.
(dnl/qom)










































