Hal ini disampaikan oleh Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo kepada detikFinance, Senin (27/9/2010).
"Sekarang baru 30% SPBU yang jual BBM Non Subsidi.Takutnya kalau itu dibatasi, nanti malah kurang. Jadi makanya untuk mengantisipasi itu, SPBU ditata kembali, dan yang sudah ada diperbanyak jumlahnya, yang belum ada dikasih BBM non subsidi, supaya tidak ada antrean," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mengenai waktu pelaksanaan kebijakan tersebut, Adi mengatakan semua keputusan ada di tangan pemerintah. "Kalau BPH hanya menyiapkan sarana saja," imbuhnya.
Dikatakan Adi, pembatasan BBM subsidi yang rencananya dilakukan Oktober nanti belum berdasarkan tahun kendaraan, melainkan baru pengurangan pasokan premium dan solar sebesar 8% di Jawa dan Bali.
"Kalau pembatasan berdasarkan tahun kendaraan itu butuh waktu karena harus pakai sticker atau smart card. Jadi persiapannya butuh waktu, tidak mungkin setengah bulan atau 1 bulan," jelas Adi.
Saat ini, Adi mengatakan pemerintah baru bisa melakukan imbauan kepada masyarakat mampu untuk mmebeli BBM non subsidi. "Sehingga mereka memberikan kesempatan yang tak mampu untuk membeli BBM subsidi," ucapnya.
(dnl/qom)











































