ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

- detikFinance
Selasa, 28 Sep 2010 10:33 WIB
Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2010 dari 5,5% menjadi 6,1%. Angka ini lebih baik dari capaian pertumbuhan ekonomi RI tahun 2009 yang sebesar 4,5%.

ADB juga memperbaiki proyeksi pertumbuhan ekonomi RI di tahun 2011 dari semula 6% menjadi 6,3%.

Demikian publikasi Asian Development Outlook (ADO) 2010 Update yang dirilis ADB, seperti dikutip dari situsnya, Selasa (28/9/2010). ADO 2010 Update ini merupakan revisi dari ADO 2010 yang dirilis ADB pada April lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADB juga memperbaiki proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi Asia dari semula 7,5% menjadi 8,2% di tahun 2010. Angka ini juga lebih baik dari capaian pertumbuhan ekonomi Asia di tahun 2009 yang sebesar 5,4%.

ADB menilai kawasan Asia bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang sehat di 2010 seiring kuatnya pemulihan ekspor, menguatnya permintaan swasta dan efek kebijakan stimulus yang berkesinambungan sehingga bisa membawa ke pertumbuhan yang solid selama semester I-2010.

Pertumbuhan yang solid selama semester I-2010 diprediksi ADB akan terus berlanjut hingga sisa tahun ini.

Dua raksasa Asia, China dan India juga berhasil menikmati pertumbuhan ekonomi yang kuat, sekaligus bisa mendongkrak pertumbuhan kawasan Asia. ADB mencatat perekonomian China yang tumbuh dua digit selama semester I-2010 akan melambat pada semester II-2010.

ADB memprediksi perekonomian China bakal tumuh 9,6% di 2010 dan melemah menjadi 9,1% di 2011. Sedangkan India diprediksi akan tumbuh perekonomiannya sebesar 4,1% di 2010 dan 3,9% di 2011.

"Pemulihan negara-negara Asia telah memimpin dunia. Kecepatan dan kekuatan pemulihan kawasan ini terus mengejutkan sehingga membuat ADB bisa menaikkan proyeksi pertumbuhan di 2010 untuk di setiap sub-kawasan. Pemulihan berpola V telah menjadi dasar untuk pertumbuhan berkesinambungan ke depan dalam jangka pendek," ujar ekonom dari ADB, Jong-Wha Lee. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads