Pertumbuhan ini telah merubah fokus kebijakan ke arah pertumbuhan jangka panjang melalui kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung investasi dengan lebih baik,serta mencapai hasil sosial yang lebih kuat bagi seluruh warga negara lndonesia.
Pemerintah lndonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 7 persen pada tahun 2014 dan hal ini dapat dicapai dengan melakukan investasi lebih besar pada infrastruktur, membangunan keterampilan dan meningkatkan produktivitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi lndonesia mencapai 6,2 persen di triwulan kedua, dan ini merupakan pertumbuhan tercepat semenjak krisis ekonomi global dua tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi pribadi, yang menjadikan tingkat impor meningkat.
Belanja pemerintah masih lemah sepanjang paruh pertama tahun ini, namun diperkirakan akan meningkat pada paruh kedua.
Pola pertumbuhan ini akan terus berlanjut selama jangka waktu dekat, dengan investasi yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan terjadinya perbaikan akses kredit bagi investor, serta peningkatan belanja modal yang direncanakan untuk di 2011.
Tingkat inflasi lndonesia bulan Agustus lalu berhasil kembali ke rata-rata lampau, meskipun sempat ada sedikit gejolak antara bulan Juni dan Agustus akibat pangan yang terkena dampak musim kemarau dengan curah hujan tinggi.
Ia mengatakan, musim kemarau yang tidak lazim ini mempengaruhi harga pangan, terutama rempah-rempah, dan kemudian harga beras.
Harga beras lokal sekarang lebih tinggi dari harga internasional, hal ini sangat berdampak pada rumah tangga miskin karena sebagian besar belanja keluarga adalah untuk makanan. Namun, gangguan-gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara.
"Melihat ke masa depan, tantangan kebijakan untuk jangka waktu di mana kita dapat menanggapi tekanan inflasi sembari memastikan arus capital inflow yang lebih stabil dan berkelanjutan. Arus modal ini diharapkan bisa membantu memenuhi potensi pertumbuhan Indonesia serta mendukung perbaikan taraf hidup seluruh penduduk," katanya.
Ia menambahkan, reformasi kebijakan di berbagai area, didukung dengan pengeluaran yang tepat, akan membantu pemerintah lndonesia mencapai target pertumbuhan jangka menengah serta menurunkan angka kemiskinan.
Langkah reformasi yang dibutuhkan adalah investasi publik untuk infrastruktur dalam menanggapi keterbatasan aktivitas sektor swasta yang dikarenakan oleh infrastruktur lndonesia yang belum merata.
"Pemerintah perlu menanggapi beberapa prioritas kunci untuk mendukung pertumbuhan dan memastikan semua warga negara lndonesia memkmati hasilnya, terutama masyarakat miskin," kata Ekonom Utama Bank Dunia untuk lndonesia, Shubham Chaudhuri.
Selain itu memfasilitasi akses untuk pelayanan finansial yang dapat meningkatkan kemampuan rumah tangga miskin untuk memulai usaha, serta mengurangi ketimpangan antara keterampilan pekerja di bursa kerja dengan tuntutan ketrampilan yang diperlukan oleh pemberi pekerjaan
"Perbaikan infrastruktur di lndonesia akan membantu pertumbuhan di masa depan dengan memperkuat konektivitas antar daerah, mengembangkan pusat-pusat aktivitas perekonomian dan meningkatkan efisiensi daerah perkotaan di lndonesia," jelasnya.
(ang/dnl)











































