Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara mengatakan, dengan pertumbuhan ekonomi sebanyak 6,2 persen saja, inflasi sudah mencapai 6,4 persen, melebihi perkiraan pemerintah di angka 6,3 persen.
"Selain itu impor naik terus, di bulan Juli saja sudah defisit antara ekspor dan impor," katanya dalam seminar Bank Dunia di universitas Paramadina di Gedung Energy, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah seharusnya bisa menyambut hal ini dengan pertumbuhan infrastruktur yang memadai untuk menghindari shock karena suplai pendukungnya, yaitu infrastruktur, tidak tersedia.
"Kita mau mensejahterakan rakyat seperti yang kita mau, tapi masih ada problem untuk mencapainya. Baru tumbuh 6,2 persen saja di triwulan II, inflasi sudah naik dan ekspor-impor defisit," ujarnya.
Menurutnya, apa yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mengencangkan ikat pinggang karena Indonesia belum bisa tumbuh sekencang negara-negara Asia lainnya. Namun, ke depannya pemerintah harus mencari untuk bisa mengatasi lambatnya pertumbuhan infrastruktur.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 6,3%. Sementara Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) baru saja menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2010 dari 5,5% menjadi 6,1%. Angka ini lebih baik dari capaian pertumbuhan ekonomi RI tahun 2009 yang sebesar 4,5%. ADB juga memperbaiki proyeksi pertumbuhan ekonomi RI di tahun 2011 dari semula 6% menjadi 6,3%.
(ang/qom)










































