Menteri KKP Fadel Muhammad menyebutkan total anggaran KKP untuk PUMP ini yaitu sebesar Rp 400 miliar dengan target penyaluran bantuan langsung masyarakat.
"Total anggaran KKP untuk PUMP sebesar Rp 400 miliar. Itu akan disalurkan berupa komponen paket bantuan langsung masyarakat," ujar Fadel saat acara penandatanganan penyaluran KUR untuk sektor kelautan dan perikanan oleh BNI di Gedung BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Rp 270 miliar untuk paket sarana produksi budidaya seperti untuk benih, pakan, obat-obatan, perawatan saluran dan kolam, alat dan mesin pendukung budidaya. Ketiga, Rp 25 miliar untuk paket sarana pengolahan ikan seperti untuk para-para, pengering ikan, pemindangan, pembuatan abon, pembuatan bakso ikan, kotak pendingin, dan lain-lain.
"Sasaran PUMP itu untuk nelayan, pembudidaya, dan pengolah. PUMP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri yang dikoordinasikan Menko Kesra," jelasnya.
Fadel menyatakan anggaran untuk PUMP itu disalurkan dalam bentuk tunai melalui rekening kelompok. Dengan demikian diharapkan dapat mendorong penumbuhan wirausaha skala kecil, dan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri.
Menurutnya, penentuan lokasi PUMP ini difokuskan di kabupaten atau kota yang memiliki potensi kelautan dan perikanan, serta sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan PUMP.
"Dari inventarisasi kami, ada sekitar 300 ribu orang yang bisa diberdayakan. Setelah itu, kami memilih per kabupaten untuk menentukan mana yang akan diutamakan. Kami pilih yang sarjana karena berpotensi untuk jadi pengusaha," ujarnya.
Fadel menambahkan, untuk penyuluh pihaknya menyediakan 800 penyuluh dari pegawai negeri sipil (PNS) dan sekitar 8.000 dari tenaga outsourcing.
(nia/dnl)










































