Saat ini Indonesia tercatat sebagai negara produsen biji kakao ketiga di dunia. Menurut data International Cocoa Organization (ICCO) 2009. Posisi pertama Pantai Gading 1,22 juta ton per tahun atau memegang pangsa pasar 38,7%. Posisi kedua Ghana dengan produksi 680.000 ton atau 21,6%, dan Indonesia 540.000 ton atau 16,2%.
Ia menjelaskan dengan dimulainya program Gernas kakao yang sudah dimulai tahun lalu, maka pada tahun 2012 sudah akan terlihat peningkatan produksi sesuai dengan karakteristik tanaman kakao selama 3 tahun. Produksi per hektar akan meningkat dari 500 kg per hektar menjadi 1.300 kg per hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan berdasarkan proyeksi organisasi kakao dunia, setiap tahunnya permintaan kakao dunia selalu naik 4% per tahun. Meski permintaan selalu naik namun belum banyak negara yang meningkatkan kapasitas produksi kakaonya.
Berdasarkan data kementerian perdagangan data nilai ekspor biji dan produk kakao Indonesia dari Januari-Juli 2010 mencapai US$ 977 juta atau naik dari periode yang sama pada tahun 2009 yang hanya US$ 670 juta.
Sementara volume ekspor pada periode Januari-Juni 2010 mencapai 236.000 ton atau naik dari periode yang sama pada tahun 2009 lalu yang hanya 218.000 ton, sementara total ekspor kakao 535.000 ton.
"Hampir 80% lebih itu adalah biji kakao (yang diekspor)," katanya.
Keanggotaan Produsen Kakao 2011
Mahendra juga menuturkan diharapkan pada tahun 2011 Indonesia sudah masuk dalam organisasi produsen kakao dunia atau International Cocoa Organization (ICCO). Saat ini Indonesia sedang mengurus proses keanggotaan dan pemerintah sudah mengalokasikan anggaran di tahun fiskal 2011.
"Awal 2011 ya, karena berkaitan dengan tahun fiskal," jelasnya.
Proses keanggotaan ICCO, lanjut Mahendra, saat Indonesia sedang dalam tahap ratifikasi dalam standar prosedur keanggotaan dan akan dilakukan agreement.
"Keanggotaan Indonesia di ICCO, agar Indonesia berperan di kancah internasional dan memberikan kesempatan dalam menentukan arah perkakaoan di dunia internasional," katanya.
(hen/dnl)










































