Hal tersebut dikatakan Wapres saat memberikan sambutan dalam acara penganugerahan piala 'Cinta Karya Bangsa' yang digelar oleh Departemen Perindustrian di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
"Upaya untuk meningkatkan produk dalam negeri tidak hanya stop pada simbolisme saja, tapi harus konkret dengan menyeimbangkan antara demand dan supply," kata Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Wapres meminta agar produk-produk lokal yang diproduksi di dalam negeri juga memikirkan beberapa faktor, di antaranya faktor kepatutan harga.
"Kepatutan harga, harus ada preferensi untuk produksi dalam negeri/ azas kepatutan. Jangan sampai merugikan rakyat," pinta Boediono.
Kementerian-kementerian atau pun BUMN yang menerima penghargaan 'Cinta Karya Bangsa' adalah: untuk kategori kementerian juara pertama diraih oleh Kementerian Perindustrian, disusul Kemenhan, Kementerian ESDM, BKKBN, dan Kementerian BUMN.
Sementara untuk kategori BUMN, juara pertama diraih oleh BNI 46, PT Dahana, PTPN XI, PT Hutama Karya dan PT Asuransi Jasa Indonesia. Mereka mendapatkan penghargaan ini lantaran dianggap paling getol mengguna produk-produk dalam negeri.
Soal menangnya Kementerian Perindustrian yang notabene adalah penyelenggaranya Wapres sempat menyentil.
"Untuk yang pertama boleh, tapi kalau kedua begitu lagi (menang), ya kita tanya," kata Wapres disambut tawa hadirin.
(anw/dnl)
