Sementara negara-negara Eropa dan AS yang tak memiliki tanaman kakao justru menjadi negara-negara yang mencatatkan konsumsi coklat masyarakatnya paling tinggi.
"Bangsa yang paling tinggi konsumsi coklatnya Swiss 10 Kg per tahun per kapita, kalau kita hanya 200 gr (0,2 Kg)," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di kantornya, Rabu (29/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar penting untuk mengembangkan potensi ke depan," jelasnya.
Berdasarkan data yang ada, konsumsi coklat per kapita per negara masih didominasi negara-negara Eropa. Tercatat konsumsi per kapita coklat adalah masyarakat Swiss yang per tahunnya mencapai 10,2 Kg per tahun per orang.
Urutan kedua adalah Norwegia yang mencapai 9,2 Kg per tahun per orang, Belgia 9,1 Kg per tahun per orang, Jerman 9 Kg per tahun per orang, Inggris 8,8 Kg per tahun per orang, Amerika 5,3 Kg per tahun per orang, Australia 4,8 Kg per tahun per orang, Belanda 4,5 Kg per tahun per orang, dan Jepang 1,8 Kg per tahun per orang.
(hen/dnl)











































