"Mereka (investor) sudah semakin tertarik menanamkan modal, dan mereka juga komit untuk meningkatkan investasi terus di masa datang," ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan usai melakukan MoU dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
Ia menambahkan, investor-investor asal Korea itu tertarik menanamkan modalnya di sektor industri baja, ban mobil, elektronik, otomatif. Salah satu yang sudah dilakukan contohnya Pohang Steel and Iron Company (Posco) yang sudah menggandeng PT Krakatau Steel (Persero).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akan terus ekspansi. Seperti membangun lebih banyak pabrik, seperti masih betah (berinvestasi)," imbuhnya.
Selain pabrik manufaktur, Korea juga berniat membangun pabrik mobil terkait investasi di dunia otomotif. Sudah ada dua produsen mobil asal Korea yang serius mengenai pembangunan pabrik ini, yaitu Hyundai dan KIA Motor.
Supaya tidak menyebabkan kemacetan di kemudian hari, ia meminta pemerintah bisa mengimbangi pertumbuhan industri otomotif ini dengan pembangunan infrastruktur yang lebih cepat.
"Tentu saja infrastrukturnya harus memadai juga, kayak pelabuhan, rel kereta, dan jalan raya," imbuhnya.
(ang/dnl)











































