Caplok INPEX, Produksi Minyak Pertamina Tambah 7.400 bph

Caplok INPEX, Produksi Minyak Pertamina Tambah 7.400 bph

- detikFinance
Kamis, 30 Sep 2010 14:17 WIB
Caplok INPEX, Produksi Minyak Pertamina Tambah 7.400 bph
Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) secara resmi mengakuisi 100% kepemilikan saham INPEX Jawa Limited (IJL). Produksi minyak mentah Pertamina akan bertambah sebesar 7.400 barel per hari (bph) dan gas sekitar 24,3 juta kaki kubik (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

Siaran pers Pertamina yang dikutip detikFinance, Kamis (30/9/2010) menyebutkan proses akuisisi tersebut telah selesai dengan dilaksanakannya acara closing pembelian di Tokyo pada Kamis, 30 September 2010.

Sebelumnya, PHE dan INPEX telah melakukan penandatanganan Share Purchase Agreement atas pembelian tersebut pada tanggal 7 September 2010 di Jakarta. INPEX Jawa Ltd, merupakan perusahaan migas Jepang yang saat ini menjadi pemegang 7,25% participating interest di blok Offshore North West Jawa dan memiliki 100% sahan di INPEX Sumatera Ltd yang memegang 13,06744% Participating Interest di blok Offshore South East Sumatera (OSES).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan aksi korporasi ini, P. Pertamina (Persero) semakin memantapkan langkah guna mengejar target produksi sebesar 1 juta bph pada 2015.

“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan guna menambah produksi dan potensi cadangan minyak dan gas guna mendukung pencapaian target produksi Pertamina satu juta Barrel Oil Equivalent per Day (BOEPD) di tahun 2015,” ujar Direktur Utama Pertamina usai acara closing pembelian INPEX Jawa Ltd. di tokyo, Kamis (30/9).

IJL sebelumnya dimiliki oleh tiga perusahaan asal Jepang yakni INPEX CORPORATION sebesar 83,5%, Shoseki Overseas Oil Development Co. Ltd. (Shoseki) sebesar 12,5% dan JX Nippon oil & Gas Exploration Corporation sebesar 4%.

Selain menjadi pemegang 7,25% PI di blok ONWJ, IJL juga memiliki 100% sahan INPEX Sumatera Ltd (ISL) yang memiliki 13,06744% participating interest pada blok Offshore South East Sumatera (OSES).

Karen menambahkan, hal lain yang menjadi dasar pemikiran Pertamina dalam melakukan akusisi tersebut adalah mempertegas langkah Pertamina untuk terjun dalam mengelola dan mengoperasikan lapangan-lapangan offshore.

Dengan demikian maka Pertamina akan semakin siap untuk menjadi operator di blok-blok offshore lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Langkah ini juga diharapkan mampu menambah kepastian pasokan minyak yang masuk ke kilang-kilang domestik sehingga dapat menjaga ketersediaan stok bahan baku minyak untuk masyarakat.

Hal ini mengingat bahwa hasil minyak mentah blok ONWJ saat ini disalurkan ke kilang Cilacap, sementara minyak dari OSES akan dialirkan ke kilang di Balikpapan dan Balongan.

"Dengan akuisisi ini maka akan ada tambahan jumlah produksi minyak dan gas Pertamina," jelasnya.
(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads