Menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS) sekaligus Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industri Association (IISIA) Fazwar Bujang, permintaan baja nasional tahun depan diperkirakan bisa tumbuh 8-10 persen. Namun, naiknya permintaan itu belum bisa dipenuhi dengan produksi.
"Permintaan itu secara teoritis bisa tumbuh 8-10 persen. Sementara produksi masih akan stagnan. Makanya kita masih akan impor," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan memang di suatu negara itu tidak semua jenis produk baja bisa diproduksi, sebagian yang tidak ada memang harus impor," jelasnya.
Tahun ini, produksi baja nasional diperkirakan masih akan tumbuh meski tidak banyak. Diperkirakan bisa tumbuh sebanyak 12 dari tahun lalu sebanyak 8 juta ton menjadi 9 juta ton.
Dari 9 juta ton produksi nasional tersebut, KS berharap memasok 3,1 juta ton pada tahun ini. Sebelumnya, pada tahun 2009 BUMN baja itu sudah memasok 2,9 juta ton.
Produk akhir perusahaan pelat merah itu biasa dipakai di segala industri baik dalam maupun luar negeri, seperti otomotif, perkapalan, perumahan, persenjataan, dan lain-lain.
(ang/dnl)











































