Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan September 2010 mencapai 0,44%. Seingga inflasi tahun kalender Januari-September 2010 mencapai 5,28%, sementara inflasi year on year 5,8%.
"Inflasi year on year turun dari 6,44% ke hanya 5,8% karena inflasi bulan September tahun lalu kan tinggi 1,05%. Karena inflasi bulananannya turun maka year on year-nya juga turun," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Industri sandang dan pakaian menyumbang inflasi terbesar, sebanyak 1,08%. Setelah itu diikuti oleh makanan 0,44%, minuman dan rokok 0,52%, perumahan air dan listrik 0,25%, kesehatan 0,23%, pendidikan 0,26%, serta transportasi dan komunikasi 0,57%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebanyak 1,8%. Hal ini menunjukkan inflasi tidak hanya dipengaruhi suplai dan permintaan saja tetapi juga situasi di daerah tersebut.
"Kalau situasi tidak kondusif itu bisa mengganggu jalur distribusi daerah, contoh kongkret yang terjadi di Tarakan," katanya.
(ang/qom)











































