"Penumpang yang menjadi korban jiwa menjadi prioritas saat ini. Kementerian BUMN juga menjamin seluruh penumpang yang menjadi korban kecelakaan akan mendapat tanggungan biaya dari asuransi Jasa Raharja," ujar Mustafa dalam sambungan telepon kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (02/10/2010).
Mustafa yang didampingi dengan Deputi Kementerian BUMN bersama Direksi asuransi Jasa Raharja saat ini tengah menuju lokasi kecelakaan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah. Mustafa mengungkapkan, asuransi Jasa Raharja sebagai penyedia jasa proteksi bagi penumpang PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan memberikan pelayanan bagi seluruh penumpang yang menjadi korban.
"Semua penumpang akan menjadi tertanggung. Nantinya korban luka-luka yang dirawat maksimum akan mendapat tanggungan Rp 10 juta. Kemudian untuk yang cacat maksisum Rp 25 juta," tuturnya.
Kemudian, lanjut Mustafa khusus untuk korban yang meninggal maka akan diberikan tanggungan sebesar Rp 25 juta. "Saya dan direksi asuransi Jasa Raharja akan memastikan seluruh korban mendapatkan haknya," tambahnya.
Mustafa sendiri menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam bagi seluruh korban kecelakaan kereta api tersebut. "Saya sangat prihatin terhadap kejadian ini karena korban jiwa banyak. Saya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam serta duka cita bagi seluruh korban," ungkap Mustafa.
Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Hingga pukul 09.00 WIB, Mabes Polri telah merilis 31 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara puluhan lainnya luka parah. Semua korban adalah penumpang KA Senja Utama, sebagian besar asal Semarang. Hingga puku; 09.30 WIB, proses evakuasi terus diilakukan. (dru/ang)










































