"Kemarin sore saya mendapatkan laporan dari lapangan bahwa pengelasannya sudah selesai," ujar Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Elan Biantoro saat dihubungi detikFinance, Minggu (3/10/2010).
Menurut dia, dengan selesainya perbaikan pipa gas tersebut, maka diharapkan Gas dari lapangan Grissik milik ConocoPhilips ke lapangan Duri milik PT Cheveron Pasific Indonesia (CPI) akan mulai mengalir pada Senin (4/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) PT CPI Abdul Hamid Batubara menyatakan hingga kini perseroan masih menghentikan sebagian operasi produksinya akibat terhentinya aliran gas dari ConocoPhilips ke lapangan Duri sejak Rabu kemarin (29/9/2010).
"Kondisi opersasi CPI masih sama seperti kemarin. Hingga pagi ini kami mendenagr pipa gas masih belum dapat difungsikan dan kami masih menunggu tersedianya gas di Duri," jelasnya saat dikonfirmasi detikFinance.
Seperti diketahui, Pipa gas TGI di ruas Grissik ke Riau di KP 277 yang terletak di Desa Kampung Sawah, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami kebocoran pada pukul 10.45 WIB, Rabu (29/9).
Kebocoran pipa gas itu berpotensi menyebabkan turunnya produksi minyak nasional hingga 150.000 barel per per hari (bph).
BP Migas mencatat hingga Jumat (1/10/2010 pukul 00.00 WIB, kebocoran pipa milik anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Tbk) tersebut telah menyebabkan turunnya produksi lapangan Duri milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebesar 32.000 bph, 3.700 bph untuk BOB Pertamina-Bumi Siak Pusako, dan 200 barel untuk BUMD Sarana Pembangunan Riau.
Penurunan produksi diperkirakan akan lebih besar lagi mengingat harus dilakukan penutupan sumur produksi sebanyak 700 sumur untuk CPI, 400 sumur untuk BOB P-BSP.
(epi/wep)











































