Menurut Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi,Β para broker pasar komoditi dalam beberapa hari terakhir melakukan aksi ambil untung (profit taking) yang menyebabkan harga gandum turun US$ 19 per ton, menjadiΒ US$ 655 per ton.
Harga kedelai juga ikutan turunΒ US$ 50 per ton menjadi US$ 1057 per ton, dikuti dengan harga jagung. Jagung di pasar dunia mengalami penurunan US$ 30 per ton dari sebelumnyaΒ US$ 496 per ton menjadiΒ US$ 466 per ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut dia, produksi komoditas di beberapa negara juga mengalami pasang surut. Seperti yang terjadi di Rusia, produksi gandum mengalami penurunan 2,5 juta ton menjadi 40 juta ton. Produksi kedelai di Argentina juga turun 0,5 juta ton menjadi 52 juta ton.
Namun produksi kedelai di Bazil justru naik 0,7 juta ton menjadi 69 juta ton. Peningkatan juga terjadi pada komoditas jagung China, sekitar 1 juta ton menjadi 68 juta ton.
"Cuaca yang baik di Amerika Serikat juga diperkirakan akan mendorong produksi," jelasnya.
(wep/epi)











































