Pipa Transgasindo Bocor, Produksi Chevron Turun 152.000 Bph

Pipa Transgasindo Bocor, Produksi Chevron Turun 152.000 Bph

- detikFinance
Minggu, 03 Okt 2010 12:25 WIB
Jakarta - Produksi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) turun hingga 152.000 barel per hari (bph) akibat bocornya pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia sejak Rabu (29/9/2010).

Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Elan Biantoro saat dihubungi detikFinance, Minggu (3/10/2010).

"Berdasarkan laporan yang kami terima, produksi CPI pada hari Jumat ke Sabtu kemarin, turun 152 ribu bph dari rata-rata produksi mereka sebesar 374 ribu bph. Untuk produksi dari Sabtu ke Minggu saya belum dapat laporan," ujar  Elan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Elan, penurunan produksi itu belum termasuk penurunan produksi dari lapangan-lapangan minyak yang dioperasikan oleh BOB Pertamina-Bumi Siak Pusako (BOB P-BSP) dan BUMD Sarana Pembangunan Riau (BUMD SPR).

"Untuk BOB Pertamina-BSP 14.000 bph dan BUMD SPR 510 bph," jelasnya.

Lebih lanjut Elan menjelaskan, turunnya produksi dari lapangan-lapangan minyak tersebut tentu saja akan mempengaruhi perolehan produksi minyak nasional.
Namun, ia menyakini penurunan produksi tersebut akan segera dikompensasi ketika kegiatan produksi di lapangan itu kembali normal.

"Biasanya kan kalau habis ditutup, lalu dibuka maka produksi minyak yang dihasilkan bisa lebih tinggi dari sebelumnya," ungkapnya.

Elan juga memastikan kebocoran pipa tersebut sudah selesai diperbaiki Sabtu sore (2/10/2010). Dengan selesainya perbaikan pipa gas tersebut, maka diharapkan Gas dari lapangan Grissik milik ConocoPhilips ke lapangan Duri milik PT Cheveron Pasific Indonesia (CPI) akan mulai mengalir pada Senin (4/10/2010).

"Hari ini sedang diuji coba. Senin kami akan coba mengalirkan gas dari lapangan Grissik ke Duri," ungkapnya.
 
Seperti diketahui, Pipa gas TGI di ruas Grissik ke Riau di KP 277 yang terletak di Desa  Kampung Sawah, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami kebocoran pada pukul 10.45 WIB, Rabu (29/9/2010). (epi/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads