Menteri BUMN Panggil Manajemen PT KA Soal Kecelakaan

Menteri BUMN Panggil Manajemen PT KA Soal Kecelakaan

- detikFinance
Senin, 04 Okt 2010 11:34 WIB
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar akan memanggil manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait kecelakaan kereta api yang terjadi pasca lebaran tahun ini.

Banyaknya kecelakaan kereta api pasca lebaran, termasuk kecelakaan kereta api Senja Utama dan Agro Bromo Anggrek di Pemalang, membuat Mustafa gusar. Oleh karena itu, sambil menunggu hasil investigasi pihak Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT), lanjut Mustafa, pihaknya akan melakukan evaluasi internal bersama PT KA.

"Kita menunggu hasil investigasi. Dari KNKT. Saya sudah mengatakan secepatnya kita dapat laporan dari KNKT. Nanti kemenhub dan BUMN duduk bersama untuk evaluasi hasil tersebut. Hari ini pun saya sudah panggil manajemen PT KA jam 14.00 WIB di kantor saya untuk evaluasi internal," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (4/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evaluasi internal tersebut, jelas Mustafa, untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi lagi kecelakaan layaknya semasa mudik Lebaran tahun ini.

"Supaya sambil menunggu hasil dari KNKT kita meningkatkan kewaspadaan berlapis-lapis jangan sampai terulang lagi seperti itu. Apalagi karena ada indikasi ini karena human error. Berarti ini faktor SDM-nya kereta api. Saya sangat beri perhatian. Seperti kewaspadaan sebelum lebaran. Sebagaimana anda ketahui, saya kumpulkan semua. Kita briefing kita diskusi. Alhamdulillah ketika itu tidak terjadi accident, pelayanan pun memuaskan. Tiba-tiba sesudah lebaran kok ada kejadian seperti ini," ujarnya gundah.

Ketika ditanya mengenai tambahan anggaran untuk peningkatan fasilitas dan pelayanan PT KA tersebut, Mustafa tidak menyebutkan besarannya hanya saja dana tersebut akan berasal pemerintah pusat dan daerah serta dana privatisasi.

"Kalau dari segi peraturan kan (dananya dari anggaran) Kemenhub. Kalau PT KA kan sudah lama mengusulkan, tinggal kita pikirkan pola pembiayaan. Tadi di dalam komite connectivity kita bahas jangan hanya anggaran dari pemerintah. Kita bisa juga dari plan b financing bisa dari pemerintah dicampur Pemda, bisa juga dari dana privatisasi. Sehinga memungkinkan source of fund-nya itu dari berbagai macam sumber," tandasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads