Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, (4/10/2010).
Sofjan meragukan tingkat pelaksanaan rencana tersebut oleh pemerintah. Pasalnya, terdapat beberapa hal yang tidak sinkron sehingga menghambat pelaksanaan proyek konektivitas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofjan, peningkatan infrastruktur tersebut dapat menurunkan biaya logistik dan distribusi barang yang harus dipikul oleh para pelaku industri di Indonesia.
"Saya pikir itu penting sekali. karena kalau tidak ada connectivity semua logistik bisa jadi mahal.kalau ada efisiensi dari konektivitas kita yang lebih baik, harga kita jadi lebih murah," tutur Sofjan.
Sofjan menilai biaya untuk logistik masih sangat besar. Saat ini, lanjut Sofjan, biaya untuk logistik sebesar 10-15% dari total biaya.
"Sekarang kita punya, per unit cost kita di atas 10%-15%. itu total cost. ini mahal sekali. Karena di luar negeri tidak sampai 5%," tandasnya.
(nia/dnl)










































