ICP September Naik Jadi US$ 76,76 per Barel

ICP September Naik Jadi US$ 76,76 per Barel

- detikFinance
Senin, 04 Okt 2010 14:13 WIB
Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada periode Januari-September 2010 mencapai US$ 76,76 per barel, naik US$ 0,82 per barel dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 75,97 per barel.

Namun, rata-rata ICP hingga September ini lebih rendah dari asumsi dalam APBN-P 2010 yang dipatok US$ 80 per barel. Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 78,66 per barel, naik US$ 0,83 per barel menjadi US$ 77,83 per barel.

Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM yang dikutip detikFinance, Senin (4/10/2010), peningkatan harga minyak mentah ini sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, kecuali minyak mentah Nymex.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor yang menyebabkan peningkatan harga minyak, antara lain meningkatnya perkiraan minyak mentah dunia oleh beberapa lembaga analis pasar minyak yaitu IEA, OPEC, dan CGES. International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global untuk tahun 2010 meningkat sebesar 1,9 juta barel per hari (2,2%) menjadi 86,6 juta barel per hari dibandingkan tahun 2009.

"Kenaikan itu dihasilkan dari peningkatan permintaan OECD Amerika Utara dan Pasifik serta Argentina," ujar Tim Harga Minyak Indonesia dalam situs tersebut.

Sementara OPEC memperkirakan, permintaan minyak mentah global untuk tahun 2010 meningkat sebesar 1,05 juta barel per hari menjadi 85,5 juta barel per hari yang dihasilkan dari peningkatan konsumsi AS, China, dan Timur Tengah pada paruh kedua 2010.

Selain itu, CGES(Centre for Global Energy Studies) memperkirakan permintaan minyak global 2010 meningkat sebesar 1,6 juta barel per hari (1,9%) menjadi 86,3 juta barel per hari, dengan keseluruhan peningkatan berasal dari negara-negara Non OECD.

Peningkatan harga minyak juga disebabkan laporan IEA bulan September 2010 yang menyatakan terjadi penurunan suplai minyak mentah global sebesar 0,25 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 86,8 juta barel per hari, yang terutama disebabkan oleh penurunan output Non OPEC akibat aktivitas pemeliharaan berkala di Kanada, Inggris, dan Rusia.

Sementara itu, melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap Euro dan Yen, setelah Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan pernyataan akan mengeluarkan sejumlah stimulus baru bila diperlukan serta mempertahankan tingkat suku bunga yang rendah untuk menjaga stabilitas perekonomian AS.

"Khusus untuk pasar minyak di AS, harga minyak WTI/Nymex mengalami penurunan yang disebabkan tingginya stok minyak mentah komersial AS dan turunnya tingkat pengoperasian kilang domestik AS," jelasnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan hal-hal tersebut, juga dipicu adanya laporan peningkatan indeks manufaktur China menjadi 52,9 yang merupakan level tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Adapun harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional selama bulan September dibandingkan Agustus, sebagai berikut:

  • WTI (Nymex) turun US$ 1,12 per barel dari US$ 76,67 per barel menjadi US$ 75,55 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 1,30 per barel dari US$ 77,12 per barel menjadi US$ 78,42 per barel.
  • Tapis (Platts) naik US$ 1,75 per barel dari US$ 78,90 per barel menjadi US$ 80,65 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 0,35 per barel dari US$ 74,15 per barel menjadi US$ 74,50 per barel.
Β 

(epi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads