Menteri BUMN Beri Sinyal Posisi Dirut PT KA Aman

Menteri BUMN Beri Sinyal Posisi Dirut PT KA Aman

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 04 Okt 2010 14:45 WIB
Menteri BUMN Beri Sinyal Posisi Dirut PT KA Aman
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar belum akan memberhentikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan terkait kecelakaan kereta di Pemalang. Mustafa mengaku tidak ingin sembarang mencopot direksi perusahaan pelat merah.

"Semua ada aturannya. Kalau sembarang copot kan tidak bisa juga. Ada evaluasi dan ada tingkatan kesalahannya," kata Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/10/2010).

Meski demikian, ia mengaku akan mengevaluasi tidak hanya di tingkat direksi saja, tetapi seluruh sumber daya manusia di BUMN kereta api tersebut. Sanksi akan diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan dan kelalaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasti kita akan evaluasi semuanya SDM-nya. Supaya bisa diketahui di sektor mana yang terdapat kesalahan. Makanya ini sekarang kita panggil semuanya," ujarnya

Hari ini, Mustafa sudah mengumpulkan seluruh jajaran direksi perusahaan sebelumnya bernama Perumka tersebut. Dari pantauan detikFinance, tidak hanya Direktur Utama KAI Ignasius Jonan saja, tetapi ada juga jajaran direksi lain seperti Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistyo Wimbo Hardjito dan direksi lainnya.

Selain itu hadir juga beberapa perwakilan dari Kementeria Perhubungan. Pertemuan ini berlangsung tertutup di lantai 21 Kementerian BUMN.

Menurut Jonan, alasan pemanggilan menteri terkait dengan pembinaan juga untuk seluruh karyawan PT KA. Dengan adanya pertemuan ini, ia berharap sistem kerja operasi PT KA bisa lebih baik lagi.

"Nanti sistemnya akan kita sempurnakan bersama dengan Kementerian Perhubungan," kata Jonan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang, Sabtu (2/10/2010). KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.

Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek. Dia tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sampai sore ini korban tewas diperkirakan mencapai 36 orang.

Beberapa pihak, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga para korban tabrakan kereta api tersebut.

YLKI juga mendesak Freddy untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab publik.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads