"Para masinis ini perlu diberikan SOP yang lebih keras lagi juga kualifikasinya. Karena mereka lalai terjadi kecelakaan. Tapi kita masih harus mengkaji menyeluruh," katanya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/10/2010).
Ia mengatakan, selama ini PT KA mempekerjakan para masinis terlalu keras, bisa lebih dari 8 jam sehari jika ditambah dengan waktu keterlambatan kereta. Para masinis pun tidak banyak mendapat pengganti karena dalam 1 hari hanya ada dua shift.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutya, dengan adanya perombakan sistem kerja masinis ini diharapkan bisa mengurangi waktu kerja serta memperpendek jarak tempuh seorang masinis membawa kereta dalam sehari. Dengan demikian kecelakaan kereta bisa ditekan.
Seperti diketahui, pada Sabtu (2/10/2010) kemarin telah terjadi kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang.
KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.
Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek yang tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.
Namun pihak PT KA belum dapat menegaskan hal tersebut. "Kita belum sampai ke sana, karena kita baru selesai evekuasi. Belum sampai ke SDM," imbuh Kepala Humas KAI Sugeng Priyono.
(ang/dnl)











































