Menurut Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan, dua kecelakaan tersebut terjadi karena kereta yang tertabrak merupakan kereta yang sedang menunggu kereta dari arah berlawanan, atau istilahnya sedang diparkir sementara sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, karena posisi parkirnya kurang bagus maka kereta tersebut ditabrak dari belakang oleh kereta dari arah yang bersamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jonan, pihaknya baru sebatas mengusulkan rencana pembuatan sepur sayap tersebut. Sehingga, perusahaan pelat merah itu belum bisa menentukan waktu pembuatannya.
Selain menambah sarana tersebut, pihaknya juga akan lebih meningkatkan kordinasi dengan Dirjen Kereta Api dalam rangka meningkatkan keselamatan transportasi kereta.
BUMN kereta api itu juga akan memperketat sertifikasi sarana dan prasarana yang selama ini digunakan. Tidak hanya sarana dan prasarana tetapi juga memperketat sumber daya manusia yang ada selama ini.
"Kualifikasi untuk SDM akan kita perketat juga selain sarana dan prasarana," jelasnya.
(ang/dnl)










































