Menurut Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan, para masinis kereta api selama ini kebanyakan diambil dari lulusan STM jurusan teknik mesin. Sebelum bisa mengendarai kereta, para calon masinis ini diberi diklat terlebih dahulu.
"Biasanya kan kita ambil dari STM teknik mesin lalu kami beri diklat. Nanti tidak akan kami ambil lagi dari sana, nanti minimal D3 politeknik," katanya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menanggapi usulan DPR mengenai pembentukan BUMN baru khusus untuk mengawasi dan merawat sarana dan prasarana kereta api, ia mengatakan, saat ini PT KA masih sanggup untuk melakukan hal tersebut.
Jonan mengaku tidak keberatan dengan harus merawat dan mengawasi sarana dan prasarana kereta api sambil menjalankan tugas sebagai operator.
"Selama ini masih bisa kita lakukan, meski dananya terbatas. Ini kan sesuai dengan amanah dari Kementerian perhubungan," ujarnya.
(ang/dnl)











































