Pemerintah tengah menggalakkan peningkatan budidaya ikan hias di Tanah Air. Selain memiliki potensi ekonomi hingga triliunan rupiah, ikan hias menjadi penting karena cukup diminati oleh kelas ekonomi atas.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Made L. Nurdjana disela-sela acara Indonesian Aquaculture, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (5/10/2010).
"Ikan hias ini potensi ekonominya hingga triliunan rupiah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katakanlah kalau di Indonesia saja dari 0,01% penduduk adalah orang kaya. Satu orang membutuhkan 10 ekor ikan hias, potensi ekonominya sangat besar," katanya.
Ia mengakui saat ini pasar ikan hias di dalam negeri masih di-drive oleh negara-negara tetangga seperti Singapura dan Thailand. Hal ini karena negara-negara tersebut sudah memahami manfaat dari ekonomi ikan hias.
"Untuk ikan hias kita sudah punya pusat riset ikan hias air tawar di Depok. Ikan hias laut di balai-balai budidaya laut," katanya.
Ia menjelaskan saat ini teknologi aquaculture dibidang budidaya ikan termasuk ikan hias sudah sangat berkembang. Sekarang sudah dikenal sistem filtrasi, sterilisasi, airasi, dan bioteknologi.
"Dengan 4 teknologi ini kita bisa buat aquarium ikan dimanapun," katanya.
Made menuturkan di tengah ekonomi global banyak tercipta manusia-manusia super sibuk yang menempati kalangan ekonomi kelas atas. Orang-orang semacam ini, lanjut Made, sulit berlibur ke luar rumah, solusi hiburan orang semacam ini adalah adanya ikan hias di rumah maupun di kantornya.
"Pasar ikan hias bukan hanya di dalam negeri, tapi bisa ke seluruh dunia untuk orang-orang kaya, yang beli ikan hias itu kan orang kaya," katanya.
Ia berharap ekonomi ikan hias menjadi salah satu yang bisa mendorong ekonomi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi ikan hias mulai kita garap, kedepannya bagus, ikan hias kita tonjolkan. Ikan bukan hanya sebagai makanan tapi sebagai hiburan," katanya. (hen/ang)










































