"Tahun ini kan targetnya 965.000 bph, tadinya harapan kami kalau Chevron tidak ada apa-apa kami yakin target ini bisa tercapai. Tapi karena kejadian kemarin, mungkin agak berat untuk mencapainya," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/10/2010).
Evita menjelaskan bocornya pipa milik anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk tersebut telah membuat turunnya produksi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, dari sekitar 370-380 ribu bph menjadi 220 ribu bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari Senin gas sudah masuk. Produksi Chevron sudah nambah sekitar 40-50 ribu bph, tiap hari nanti naik menuju normal kembali," tambahnya.
Seperti diketahui, Pipa gas TGI di ruas Grissik ke Riau di KP 277 yang terletak di Desa Kampung Sawah, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami kebocoran pada pukul 10.45 WIB, Rabu (29/9/2010).
Selama ini penyaluran gas dari Grissik ke Riau ini adalah untuk menunjang operasi produksi lapangan-lapangan minyak yang dioperasikan oleh Chevron Pacific Indonesia (CPI), BOB Pertamina-Bumi Siak Pusako (BOB P-BSP) dan BUMD Sarana Pembangunan Riau (BUMD SPR).
Adapun realisasi rata-rata produksi minyak dan kondensat secara nasional hingga 30 September 2010 mencapai 956.509 barel per hari (bph) atau sekitar 0,99% di bawah target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2010.
(epi/qom)











































