Pengusaha Takut Investasi di Geothermal

Pengusaha Takut Investasi di Geothermal

- detikFinance
Kamis, 07 Okt 2010 13:19 WIB
Yogyakarta - Investasi di sektor energi panas bumi atau geothermal belum banyak diminati investor karena tidak adanya kepastian pasar dari energi ini. Apalagi sampai saat ini penggunaan energi tersebut masih terbilang minim.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Dr R. Sukhyar kepada wartawan usai membuka konferensi IGCP (International Geoscience Programme) di Hotel Phoenix di Jalan Sudirman, Yogyakarta, Kamis (7/10/2010).

"Pengusaha meminta jaminan pembelian dengan harga yang disepakati, harganya berapa, siapa yang mau membeli atau harus ada yang membeli," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pengusaha meminta adanya garansi atau jaminan atas usaha yang telah diinvestasikan itu bisa dibeli atau diserap pasar.

Menurut dia, PLN seharusnya bisa membeli dan memanfaatkan energi ini. Saat ini harga energi panas bumi di pasaran dunia sekitar 9,75-9,8 sen/kwh. "Apabila harga di bawah itu seharusnya PLN bisa membelinya," kata Sukhyar didampingi Kepala Pusat Survei Geologi, Dr Ahmad Djumarma Wirakusuma.

Energi panas bumi sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Padahal Indonesia kaya sumber panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik.

Menurut Sukhyar dari 28 ribu megawatt, baru sekitar 1.180 megawatt saja yang dimanfaatkan. Jika sumber daya alam itu dimanfaatkan maka yang paling berkompeten untuk menggunakannya adalah PLN (Perusahaan Listrik Negara). "Jumlah itu masih kecil tapi bisa menggantikan energi yang dipakai saat ini," katanya.

"Sumber daya energi panas bumi yang ada di Indonesia sebesar 28 ribu megawatt jika disetarakan dengan tenaga listrik. Energi ini besar sekali kalau kita manfaatkan, selain minyak, mineral dan gas," Tukas Sukhyar.
(bgs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads