"Defisit anggaran kita tahun ini 1,7% atau lebih rendah dari tahun lalu yang tinggi akibat krisis. tetapi ada suara-suara yang mengatakan defisit perlu ditambah 0,4%. Namun saya tidak setuju karena tidak ada urgensinya," tutur SBY saat membuka rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/10/2010).
SBY mengatakan, jika pemerintah menaikkan defisit sebesar 0,4% maka itu sama saja menambah utang atau pinjaman Rp 28 triliun."Sama saja kita berutang manakala tidak kita perlukan. Jadi tak perlu defisit dinaikkan dari 1,7% menjadi 2,1%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan pemerintah tidak perlu takut jika kenaikan anggaran nantinya membuat defisit APBN 2011 naik dari 1,7 persen menjadi 2,1 persen.
"Jangan takut defisit 2,1 persen. Kalau kita lihat indonesia defisitnya relatif rendah. Yang penting pemerintah bisa jamin kesejahteraan rakyat," kata Ical, sapaan Aburizal.
Ical mengatakan, pemerintah bisa menutupi kenaikan defisit anggaran ini dengan menerbitkan surat utang negara (SUN).
Ical mendorong Fraksi Partai Golkar di DPR untuk mendorong kenaikan anggaran Densus 88 Anti-teror dari Rp 9 miliar per tahun menjadi Rp 60 miliar per tahun. Ical juga meminta partainya menaikkan anggaran di bidang pertahanan. (dnl/qom)











































