SBY Tolak Saran Golkar Naikkan Defisit Jadi 2,1%

SBY Tolak Saran Golkar Naikkan Defisit Jadi 2,1%

- detikFinance
Kamis, 07 Okt 2010 14:53 WIB
SBY Tolak Saran Golkar Naikkan Defisit Jadi 2,1%
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak menaikkan defisit anggaran 2011 dari 1,7% menjadi 2,1%. Presiden menilai belum ada urgensinya pemerintah menaikkan defisit APBNP 2010.Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang meminta pemerintah untuk menaikkan defisit anggaran 2011 dari 1,7% menjadi 2,1%.

"Defisit anggaran kita tahun ini 1,7% atau lebih rendah dari tahun lalu yang tinggi akibat krisis. tetapi ada suara-suara yang mengatakan defisit perlu ditambah 0,4%. Namun saya tidak setuju karena tidak ada urgensinya," tutur SBY saat membuka rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

SBY mengatakan, jika pemerintah menaikkan defisit sebesar 0,4% maka itu sama saja menambah utang atau pinjaman Rp 28 triliun."Sama saja kita berutang manakala tidak kita perlukan. Jadi tak perlu defisit dinaikkan dari 1,7% menjadi 2,1%," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, SBY menyerukan penghematan anggaran kepada seluruh elemen pemerintah mulai tahun depan. "Kita harus hentikan belanja-belanja yang tidak diperlukan untuk penghematan, saya akan keluarkan Inpres dan Perpres untuk penghematan yang konkret di 2011," cetus SBY.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan pemerintah tidak perlu takut jika kenaikan anggaran nantinya membuat defisit APBN 2011 naik dari 1,7 persen menjadi 2,1 persen.

"Jangan takut defisit 2,1 persen. Kalau kita lihat indonesia defisitnya relatif rendah. Yang penting pemerintah bisa jamin kesejahteraan rakyat," kata Ical, sapaan Aburizal.

Ical mengatakan, pemerintah bisa menutupi kenaikan defisit anggaran ini dengan menerbitkan surat utang negara (SUN).

Ical mendorong Fraksi Partai Golkar di DPR untuk mendorong kenaikan anggaran Densus 88 Anti-teror dari Rp 9 miliar per tahun menjadi Rp 60 miliar per tahun. Ical juga meminta partainya menaikkan anggaran di bidang pertahanan. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads