Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Marcus Mekeng, secara nominal, nilai kenaikan defisit 0,1% ini adalah Rp 7 triliun. Berarti pemerintah harus mencari tambahan utang Rp 7 triliun dari target yang sebelumnya ditetapkan.
"Iya naik jadi 1,8%," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Kamis (7/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, lanjut Melchias, untuk menutupi tambahan defisit yang sekaligus untuk memenuhi kebutuhan PT PLN (Persero) karena batalnya kenaikan TDL sebesar Rp 12 triliun tersebut pemerintah harus mengambil dana dari SAL (Saldo Anggaran Lebih).
Namun, Melchias mengakui dana SAL tidak dapat memenuhi semua kebutuhan PLN. Oleh karena itu, pemerintah tetap harus melakukan penghematan-penghematan tanpa perlu menambah utang.
"Itu ditutup dari SAL dan penghematan. SAL paling tidak seberapa, yang jelas nggak nambah utang," tandasnya.
(nia/dnl)











































