Harga Emas Kembali Ukir Rekor Tertinggi Gara-gara Vietnam

Harga Emas Kembali Ukir Rekor Tertinggi Gara-gara Vietnam

- detikFinance
Kamis, 07 Okt 2010 15:23 WIB
Harga Emas Kembali Ukir Rekor Tertinggi Gara-gara Vietnam
Singapura - Harga emas kembali mengukir rekor tertingginya akibat melemahya dolar AS dan setelah Vietnam memperbolehkan impor emas jika harga terus melambung.

Pada perdagangan Kamis (7/10/2010), harga emas di pasar spot melonjak tajam ke level US$ 1.355,55 per ounce, sebelum akhirnya surut ke level US$ 1.354,45 per ounce.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember juga menembus rekor tertingginya di US$ 1.356 per ounce, sebelum akhirnya melorot ke US$ 1.355,7 per ounce.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank Sentral Vietnam mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memberikan izin impor emas jika harga di pasara domestik naik tinggi tanpa alasan.

"Orang-orang akan fokus pada fakta bahwa pasar fisik Asia akan ketat. Terakhir kali Vietnam membuka pintu untuk impor emas, harga emas langsung naik US$ 20. Dalam hitungan persentase, angka itu bisa diartikan US$ 30 hari ini," ujar seorang pialang yang berbasis di Singapura seperti dikutip dari Reuters.

"Orang telah menghabiskan 24 jam terakhir untuk profit taking. Kami melihat banyak profit taking pada emas dan perak kemarin dan pagi ini pada US$ 1.340 per ounce. Orang-orang berniat membeli pada harga rendah di US$ 1.320. Jika kita secara pantas memperdagangkan hingga level US$ 1.355, mereka mungkin harus menangkapnya," urainya.

Menurut analis pasar Reuters, Wang Tao, Kuatnya momentum terus mendorong kenaikan harga emas dan target harga US$ 1.365 per ounce diharapkan bisa tercapai pada 24 jam ke depan.

Pelemahan dolar AS memberikan faktor terbesar bagi kenaikan harga emas hingga 8% dalam sebulan terakhir. Hal itu terjadi seiring ketidakpastian ekonomi dan spekulasi seputar pelonggaran kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral sehingga mendorong investor berburu emas sebagai alternatif investasi.

Target-target harga emas baru terus diperbaiki. Jika semula harga emas hanya ditargetkan menembus US$ 1.300 per ounce pada tahun ini, maka target itu kini sudah direvisi.

"Hingga akhir tahun, sepertinya US$ 1.400 tidak akan menjadi target yang sulit," ujar Dick Poon, manager logam berharga Heraeus di Hong Kong.

"Namun ada resisten di level US$ 1.350 dan mungkin ada konsolidasi sehingga membuat harga emas turun US$ 20-30. Namun saya tetap 'bullish'," imbuhnya.

(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads