Gara-gara Hujan, RI Terpaksa Impor Garam Lagi

Gara-gara Hujan, RI Terpaksa Impor Garam Lagi

- detikFinance
Kamis, 07 Okt 2010 21:14 WIB
Jakarta - Pemerintah kembali membuka keran impor garam sebesar 150 ribu ton mulai Oktober hingga Desember 2010. Keran impor ini terpaksa dibuka karena cuaca hujan terus-menerus mengurangi produksi garam dalam negeri.

Demikian disampaikan oleh Direktur Impor Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan kepada detikFinance, Kamis (7/10/2010).

"Iya kita keluarkan izin impor 150 ribu ton, sampai hari ini yang sudah terealisasi 90 ribu ton. Jadi masih 60 ribu ton lagi sampai Desember," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partogi menjelaskan, di tengah situasi cuaca yang terus-menerus diguyur hujan yang menurunkan produksi garam, Kementerian Perindustrian mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk membuka izin impor garam atas permintaan asosiasi pengusaha.

"Jadi hujan ini pasti mempengaruhi produksi, saat ini di sentra-sentra produksi garam seperti Pamekasan, Sumenep, Cirebon, itu semua produksi berkurang. Jangan sampai suplai garam terhenti, nanti ibu-ibu bisa marah," katanya.

Dikatakan Partogi, jika sampai tahun depan hujan tak kunjung berhenti, bukan tidak mungkin keran impor garam akan terus dibuka sehingga suplai di dalam negeri bisa terpenuhi.

Seperti diketahui, keran impor garam ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya pemerintah juga membuka izin impor garam sebesar 150 ribu ton.
(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads