Demikian disampaikan oleh Direktur Impor Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan kepada detikFinance, Kamis (7/10/2010).
"Iya kita keluarkan izin impor 150 ribu ton, sampai hari ini yang sudah terealisasi 90 ribu ton. Jadi masih 60 ribu ton lagi sampai Desember," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi hujan ini pasti mempengaruhi produksi, saat ini di sentra-sentra produksi garam seperti Pamekasan, Sumenep, Cirebon, itu semua produksi berkurang. Jangan sampai suplai garam terhenti, nanti ibu-ibu bisa marah," katanya.
Dikatakan Partogi, jika sampai tahun depan hujan tak kunjung berhenti, bukan tidak mungkin keran impor garam akan terus dibuka sehingga suplai di dalam negeri bisa terpenuhi.
Seperti diketahui, keran impor garam ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya pemerintah juga membuka izin impor garam sebesar 150 ribu ton.
(dnl/dnl)










































