Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar dalam Business Forum ICB Bumiputera di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Jumat (8/10/2010).
Total ekspor non-migas Indonesia sepanjang 8 bulan tahun ini mencapai US$ 81,7 miliar atau meningkat 36,25% dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain sektor industri, pertambangan dan pertanian juga tercatat meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan sektor pertambangan sebesar 47,4% dan ekspor di bulan Agustus sebesar 4,1% akibat kembali naiknya hampir seluruh harga barang tambang di pasar internasional, dengan kenaikan 8,5%. Ekspor di pertanian juga akibat peningkatan harga yang didorong rendahnya suplai karen cuaca buruk," jelasnya.
Diversifikasi produk ekspor non-migas mengalami perubahan dari 10 produk utama Indonesia, yaitu TPT US$ 6,375 miliar, elektronik US$ 5,785 miliar, sawit US$ 5,55 miliar, produk karet US$ 5,159 miliar, produk hasil hutan US$ 5,02 miliar, alas kaki US$ 1,413 miliar, otomotif US$ 1,339 miliar, kakao US$ 898,8 juta, udang US$ 527,4 juta serta kopi US$ 383 juta.
Kondisi perdagangan Indonesia di tahun ini terus menguat, setelah mengalami kontraksi di 2009. Total perdagangan sepanjang Januari-Agustus mencapai US$ 186,5 miliar, atau secara rata-rata mencapai US$ 23,3 miliar. Di bulan agustus bahkan neraca perdagangan mencapai US$ 26 miliar.
Selama 8 bulan, total ekspor mencapai US$ 98,7 miliar, meningkat 40,42% dari periode yang sama tahun lalu.
(wep/ang)











































