Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso dalam konferensi persnya di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (08/10/2010).
"Kita optimistis bisa tingkatkan pengadaan beras dan gabah dari 1,8 juta ton paling tidak menjadi sekitar 2 juta ton," ujar Sutarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dirinya pesimistis jika target semula dimana pengadaan gabah dan beras mencapai 3,2 juta ton akan terwujud. Menurut Sutarto, adanya kenaikan harga beras menyebabkan target 3,2 juta ton tersebut tidak akan tercapai.
"Kenaikan harga gabah dan beras di pasaran selama 2010 menyebabkan petani lebih memilih menjual berasnya ke pasar umum. Akibatnya jumlah gabah atau beras yang mampu diserap Bulog belum bisa memenuhi target sesuai prognosa pengadaan sebesar 3,2 juta ton," katanya.
Bahkan, lanjut Sutarto, pada saat panen raya pun harga beras masih diatas HPP. "Namun demikian selama periode, Bulog mampu menyerap lebih dari 1,1 juta ton setara beras atau sekitar 26 ribu ton per hari," jelasnya.
Seperti diketahui, harga beras sampai September 2010 tercatat paling rendah untuk beras medium mencapai Rp 6.715.
(dru/ang)











































