Pedagang Dukung Pemerintah Impor Beras

Pedagang Dukung Pemerintah Impor Beras

- detikFinance
Sabtu, 09 Okt 2010 10:16 WIB
Jakarta - Pedagang beras mendukung rencana pemerintah untuk mengimpor beras setidaknya 300.000 ton pada tahun ini. Jika tidak dilakukan impor maka stok beras nasional akan menyusut ditengah dampak cuaca ekstrim yang bisa berakibat pada stabilitas harga beras.

"Impor itu harus, sebab stok beras nasional terus menipis, harga setiap hari meningkat, sementara daya beli melemah," kata Rusdi salah satu pedagang beras skala besar di Cipinang Jakarta, saat dihubungi detikFinance, Sabtu (9/10/2010)

Sebagai pedagang beras ia sangat tahu kondisi di lapangan, dimana para petani terkendala cuaca ekstrim saat ini hujan berlangsung sepanjang tahun. Ia berpendapat jika tidak dilakukan impor beras maka stok beras nasional akan semakin susut terlebih lagi cuaca kedepan belum bisa ditebak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pedagang baiknya saja impor, kalau mau manusiawi. Dengan impor harga bisa diantisipasi," katanya

Beberapa indikasi yang dilihat oleh pedagang antara lain soal harga beras yang menunjukan tren naik. Rusdi mencontohkan untuk harga beras IR-3 kualitas B atau setara beras raskin sudah naik menjadi Rp 6000 per Kg padahal sebelumnya masih Rp 5.500 per Kg.

"Dari sisi pasokan hari ini di Cipinang 2200 ton per hari, harusnya yang normalnya 3000 ton per hari. Kalau sudah diabawah 2000 ton itu sudah tidak normal," katanya.

Diberitakan sebelumnya pemerintah berencana tetap mengimpor beras sebesar 300.000 ton jika stok beras di akhir tahun hanya mencapai 1,2 juta ton. Impor tersebut kemungkinan berasal dari negara Vietnam dan Thailand.

"Kalau impor sekarang ini sekitar 300.000 ton, nah mungkin akan dilakukan karena menurut perhitungan stok beras di akhir 2010 mencapai 1,2 juta ton," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso kemarin.

Lebih lanjut Sutarto mengatakan, keputusan pemerintah untuk melakukan impor beras diyakini tidak menganggu petani di Indonesia.

“Walaupun impor dengan jumlah berapapun, tetapi Bulog akan tetap menyerap produksi petani,” kilahnya.
(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads