Ratusan warga yang menghadang sidak tersebut, melakukan demo besar-besaran. Mereka meminta anggota DPR ikut merasakan kondisi jalan yang terlihat rusak parah akibat keluar masuknya kendaraan besar di lokasi PLTGU tersebut.
"Masyarakat minta DPR biar jalan kaki di sini, biar mereka merasakan kondisi jalan yang parah ini," ujar koordinator demo Fian kepada detikFinance di wilayah Pantai Makmur, Kabupaten Bekasi, Senin (11/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rombongan Anggota Komisi VII DPR yang dipimpin oleh Effendi Simbolon ini datang dengan sebuag bus yang dihadang. Lalu warga berteriak meminta para Anggora DPR tersebut turun dan jalan ditutup oleh warga. Dari lokasi diberhentikannya Anggota DPR tersebut ke PLTGU Muara Tawar menempuh jarak 4 km. Lantas Anggota DPR ini pun tak banyak protes dan ikut berjalan kaki.
Dari pantauan detikFinance di lokasi, memang kondisi jalan sepanjang 4 km ini rusak parah dan bolong dimana-mana. Menurut beberapa warga, jalan tersebut seringkali dilewati kendaraan besar sehingga hancur.
"Jalan PLTGU Muara Tawar ini sudah lama rusak. Sudah 10 tahun. Kami minta diperbaiki, kami minta Pemda Bekasi tapi tak ada realisasinya," ujar Kamal salah seorang warga.Anggota Komisi VII yang hadir antara lain adalah Halim Jalla, Asfihani, Zulkieflimasyah, Nur Yasin, Teuku Irwan, Rachmat Hidayat, M. Sohibul Iman, Anton Sukarnotono, dan Albert Yaputra. (dnl/dnl)










































