Pembatasan Premium Mulai 2011, Masyarakat Diberi Waktu Adaptasi

Pembatasan Premium Mulai 2011, Masyarakat Diberi Waktu Adaptasi

- detikFinance
Senin, 11 Okt 2010 11:08 WIB
Jakarta - Pembatasan konsumsi BBM bersubsidi baru akan dilakukan pemerintah mulai Januari 2011. Pemerintah memberikan waktu bagi masyarakat untuk bersiap-siap.

"(Pembatasan BBM) kita akan segera terapkan awal tahun. Kita ingin semuanya itu terukur siap, masyarakat juga cukup waktu," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/10/2010).

Pada awal tahun nanti, lanjut Hatta, pemerintah mengharapkan pembatasan BBM dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia. "Saya harapkan Januari semua sudah bisa berjalan seluruh Indonesia dan itu memang cukup adil," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menyatakan penundaan pembatasan BBM tersebut bukan karena kuotanya cukup melainkan tidak perlunya penambahan dana untuk menutupi penambahan kuota BBM tahun ini.

"Kuotanya akan bertambah tapi dananya tidak perlu ditambah, cukup," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan tiga opsi teknis pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi. Pertama yakni, klusterisasi volume BBM bersubsidi, jenis premium dan solar di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) akan dikurangi.

Bahkan direncanakan sebagai percobaan, klusterisasi dan SPBU khusus pertamax rencananya akan diuji di kawasan Menteng dan Pondok Indah. Klusterisasi adalah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang paling realistis untuk diterapkan dalam waktu dekat.

Sementara Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, tahap awal pelaksanaan sistem klusterisasi akan difokuskan di Jawa sebab konsumsi BBM bersubsidi paling tinggi terjadi di Jawa.

Sedangkan opsi pembatasan BBM bagi kendaraan produksi 2005 ke atas ditetapkan di seluruh SPBU.

Asumsi pembatasan BBM berdasarkan usia kendaraan didasari hasil penelitian LPEM UI yang menyatakan bahwa pemilik kendaraan produksi 2005 ke atas tergolong kelas yang mampu membeli BBM nonsubsidi.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads