Dewan menaruh harapan besar kepada Sri Mulyani dan Hekinus Manao agar tetap membawa kepentingan bangsa Indonesia di dunia global.
"Saya pikir jika ada anak bangsa Indonesia direkrut atau ditunjuk di kancah internasional itu membuktikan bahwa kita bisa berkompetisi di tingkat dunia," ujar Anggota Komisi XI DPR-RI Maruarar Sirait ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Senin (11/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruarar mencontohkan dalam hal utang, Indonesia salah satu pengutang terbesar ke Bank Dunia. Nah kedua orang tersebut, lanjut Maruarar harus memberikan kontribusi bagaimana pengelolaan utang khusus kepada Indonesia dapat memberi keuntungan tersendiri.
"Utang kita kan banyak ke sana. Nah bisa tidak mereka bikin manajemen utang yang menguntungkan Indonesia. Misalnya dengan memberikan bunga ringan," katanya.
Politisi PDIP tersebut pada intinya meminta kepergian Sri Mulyani dan Hekinus dapat berguna bagi Indonesia. "Kita akan sangat respect kepada mereka jika kepergian mereka dapat berguna bagi Indonesia," tukasnya.
Sebelumnya, Hekinus yang saat ini menjabat sebagai Irjen Kemenkeu mengatakan dirinya memang telah ditunjuk per 8 Oktober 2010.
"Penunjukan saya sebagai Executive Director pada World Bank telah di-confirm dan di-announce pada salah satu sesi rapat tahunan Bank Dunia pada tanggal 8 Oktober," tuturnya.
Hekinus mengatakan, tugas barunya tersebut telah mendapat dukungan dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. "Saya akan bertugas mulai 1 November 2010," cetusnya.
Hekinus akan mewakili 11 negara anggota Bank Dunia yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, dan Vietnam.
Hekinus sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kemenkeu dan sejak 2008 ditunjuk Menkeu saat itu Sri Mulyani, sebagai Irjen Kemenkeu hingga kini.
(dru/dnl)










































