Defisit APBN 2011 Naik, Utang Ikutan Naik Lagi

Defisit APBN 2011 Naik, Utang Ikutan Naik Lagi

- detikFinance
Senin, 11 Okt 2010 15:53 WIB
Jakarta - Defisit APBN 2011 dinaikkan dari 1,7% menjadi 1,8% akibat tidak jadi naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15%. Dengan kenaikan defisit tersebut, maka penerbitan surat utang negara (SUN) akan naik lagi dari rencana awal.
Β 
Demikian diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/10/2010).

"Itu (defisit) memang tergantung Menteri Keuangan, namun pada dasarnya kita akan mengeluarkan lagi Surat Berharga Negara (Surat Utang Negara)," ujar Hatta.

Ia menjelaskan, defisit sebenarnya bisa ditutup dengan tiga cara yaitu melalui pinjaman proyek luar negeri. "Seperti saat ini kita membangun MRT, itukan kerjasama dengan Jepang," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, lanjut Hatta, yang kedua melalui program-program lain yang tidak terlalu mengikat. "Dan terakhir adalah loan (utang) melalui SBN. Karena defisit naik maka kita tutup dari itu," jelasnya.

Namun, Hatta mengatakan disamping penerbitan SBN penghematan juga harus dilakukan. "Kan ada pos-pos yang bisa di hemat maka misalnya saja bisa dihemat sampai 10% kan triliunan ada tambahan," tukasnya.

Seperti diketahui, pemerintah mengajukan kenaikan defisit APBN 2011 dari 1,7% menjadi 1,8%. Secara nominal, nilai kenaikan defisit 0,1% ini adalah Rp 7 triliun. Dengan kata lain pemerintah harus mencari tambahan utang Rp 7 triliun dari target yang sebelumnya ditetapkan.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads