"Untuk mengatasi defisit tersebut, maka kami akan membangun LNG receiving terminal baik dalam skala mini maupun medium di daerah-daerah itu," ujar Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
Darwin menjelaskan, pembangunan infrastruktur untuk menyalurkan gas sangat penting untuk segera direalisasikan. Hal ini disebabkan daerah-daerah penghasil gas sebagian besar berada di daerah terpencil (remote area) seperti Papua, Kalimantan, dan Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2010, lanjut dia, pemerintah akan membangun tiga LNG receiving terminal. Ketiga LNG receiving terminal tersebut berada di Jawa bagian barat, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah atau Jawa Timur.
"Yang Jawa bagian barat dan Sumatera Utara itu sudah pasti. Tapi untuk yang satu lagi, kami masih mengkaji lokasinya apakah di Jawa Tengah atau Jawa Timur," imbuh dia.
Politisi asal Partai Demokrat itu menegaskan pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas dalam rangka memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Dari 100 persen hasil produksi gas di Tanah Air, lanjut dia, 50,3 persennya dialokasikan untuk domestik dan 49,7 persen untuk ekspor .
"Tapi kalau berdasarkan perjanjian jual beli gas (PJBG) alokasi gas untuk domestik mencapai 65 persen. PLMN mendapatkan bagian terbesar yaitu 11 persen dan pupuk sekitar 7,8 persen," tambahnya.
(epi/dnl)











































