Agus Marto: China Mulai Melunak Untuk Memperkuat Yuan

Agus Marto: China Mulai Melunak Untuk Memperkuat Yuan

- detikFinance
Selasa, 12 Okt 2010 20:45 WIB
Jakarta - China mulai melunak dan bersedia melonggarkan intervensinya dan mulai memperkuat atau mengapresiasi mata uang yuan/renimbi.

"Dalam pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF (Dana Moneter Internasional) lalu, paling banyak dibahas mengenai nilai tukar, terutama terkait China dengan kebijakan renimbi," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (12/10/2010).

Agus menyatakan pembahasan mengenai kebijakan nilai tukar China, tidak lagi dilakukan dalam forum terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada harapan secara politik bahwa beberapa negara besar mengharapkan China untuk mulai memperkuat mata uang renimbi. Kalau seandainya nilai tukar renimbi tidak terapresiasi, maka akan dianggap menyulitkan negara-negara mitra dagangnya," jelasnya.

Negara yang paling gencar memaksa China, lanjut Agus adalah AS. Hal tersebut disebabkan nilai tukar yuan yang terus dibuat melemah sangat mempermudah penetrasi
produk China. Oleh karena itu, AS bahkan berencana akan mengenakan sanksi formal kepada China apabila nilai tukar yuan terus melemah.

Dengan 'tekanan' yang semakin besar, China akhirnya sedikit melunak dengan mulai mengendurkan intervensinya terhadap yuan. "Namun, China mengatakan bahwa prosesnya akan dilakukan secara bertahap, tidak bisa drastis," jelas Agus.

Kemudian, Agus juga mengemukakan pendapat seputar pergerakan nilai tukar rupiah terkini. Dia menilai tren nilai tukar rupiah pada level 8.900 per dolar AS hanyalah fenomena temporer sehingga potensi koreksi cukup terbuka. Sampai akhir tahun, Agus yakin nilai tukar rupiah akan kembali ke level 9.000 per dolar AS.

"Masuknya dana dari luar membuat kita punya currency cenderung menguat dan indeks pasar modal meningkat. Likuditas kita juga tinggi. Namun semua ini sifatnya temporer saja," tandasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads